breaking news New

CANDI YANG TELETAK DI KABUPATEN MAGELANG, NOMOR 3 PASTI KAMU SERING MENGUNJUNGINYA

Selain di Yogyakarta, di Magelang juga terdapat candi. Salah satunya merupakan candi yang terkenal di Indonesia bahkan di dunia, yaitu Candi Borobudur. Selain Candi Borobudur, ada Candi Mendut dan Candi Pawon. Ketiga candi ini berlokasikan segaris, diduga candi ini masih memiliki hubungan satu dengan yang lain.

1. Candi Mendut
Candi Mendut merupakan candi Buddha yang diperkirakan masih ada keterkaitan dengan Candi Pawon. Hingga kini tidak dapat dipastikan kapan Candi Mendut ini dibangun, diperkirakan usia candi ini lebih tua dari Candi Borobudur.

Di dalam tubuh Candi Mendut terdapat ruangan yang cukup luas berisi 3 buah arca Buddha. Arca Buddha Sakyamuni menghadap kea rah pintu, yaitu Buddha yang digambarkan dengan posisi duduk berkhotbah dan sikap tangan Dharmacakramudra, melambangkan sikap sedang mewejangkan ajaran.


2. Candi Pawon
Candi Pawon memiliki nama lain yaitu Candi Brajanalan. Letak Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut memiliki kaitan yang erat.

Berdasarkan dari seni bangunannya, candi ini merupakan penggabungan dari seni bangunan Hindu Jawa Kuno dan India. Candi Pawon terbuat dari batuan Gunung Merapi. Yang menarik pada candi ini dapat dilihat dari ragam hiasnya. Candi ini berada di atas teras dan tangga yang agak lebar. Semua bagian candi dihiasi dengan stupa dan dinding bagian luar dihiasi dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit oleh pundi-pundi dan kinara kinari (makhluk setengah manusia setengah burung / berkepala manusia berbadan burung).


3. Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan candi yang paling terkenal di seluruh Indonesia bahkan dunia. UNESCO menyebutkan bahwa Candi Borobudur merupakan monument dan komplek stupa termegah dan terbesar di dunia.

Dinding Candi Borobudur dihiasi oleh pahatan 2672 panel relief yang tersusun sepanjang 6 km yang merupakan relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia. Relief yang terpahat di dinding tersebut dibagi menjadi 4 kisah, yaitu: Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka, dan Awanda serta Gandawyuda.